Kamis, 20 Agustus 2009

5. ALIRAN EKSPRESIONISME

Aliran ini berusaha mengekspresikan aktualitas, bukan hanya berdasarkan indra penglihatan, tetapi juga dengan pengalaman batin dan luapan perasaan berupa kesedihan atau tekanan batin lainnya yang mengalir deras menyebabkan kebebasan teknik dalam melukiskannya, sehingga cenderung terjadi distorsi dan sensasi. Kesempurnaan bentuk objek yang biasa dilakukan berdasarkan pengamatan secara visual tidak lagi menjadi pertimbangan estetika.
Tokoh-tokohnya : Edward Munch, Ernst Barlach.

6. ALIRAN FAUVISME

Aliran ini menekankan pada penggunaan garis kontur yang tegas dan berusaha mengembalikan warna pada peranannya yang mutlak atau tidak harus sesuai kenyataan. Dasarnya adalah kegemaran melukis apa saja tanpa memikirkan isi dan maknanya.
Tokoh-tokohnya : Hanri Matisse, Andre Derain, George Rouault, Maunce de Vlamnick.

nirwana lukisan

SENI LUKIS YANG BERDASARKAN ALIRAN (isme)



1. ALIRAN REALISME

Aliran realisme yang memandang dunia sebagai suatu lukisan atau sejarah bagi zamannya. pelukis atau pembuat karya bekerja berdasarkan kemampuan teknis dan fungsi yang di serap oleh indra penglihatannya. Fantasi dan imajinasi harus dihindari.
Tokoh-tokohnya : Annibale, Caracci, Gustave Courbert, Theodore Chasseriau, Thomas Couture, dll

2. ALIRAN NATURALISME

Aliran yang dianggap bagian dari relisme yang memilih objek yang indah dan membuai saja, secara visual persis seperti objek aslinya (fotografis). Dalam perkembangannya cenderung memperindah objek secara berlebihan.
Tokoh-tokohnya : Rembrandt, George Cole, John Constable, Luis Alvares Catola, William Callow.

3. ALIRAN ROMANTIS ISME

Aliran yang mengembalikan seni pada emosi yang lebih bersifat imajiner. Awalnya melukiskan kisah atau kejadian yang dramatis ataupun jahat. Dalam melukisnya, baik dari pengaturan estetika maupun actualitas piktorialnya selalu melebihi kenyataan. Ciri-cirinya yaitu pada warna lebih meriah, gerak lincah, emosi lebih tegas.
Tokoh-tokohnya : Theodore Gericault, Eugene Delacroix.

4. ALIRAN IMPRESIONISME

Aliran yang menggunakan konsep lukis berdasarkan usaha merekam efek atau kesan cahaya yang jatuh atau memantul pada suatu objek atau benda, sehingga menghindari garis atau kejelasan kontur.
Cara menulisnya harus cepat karena cahaya matahari yang terus bergerak atau berubah dan dipengaruhi oleh cuaca.
Tokoh-tokohnya : Claude Monet, Auguste Renoir, Camille Pissarro, Paul Cezzane.